Ingus pada bayi bisa dikeluarkan dengan berbagai macam cara. Pasalnya, ingus bisa menyebabkan hidung tersumbat dan membuat bayi susah bernapas. Tapi, kalian para orang tua harus tahu cara mengeluarkan ingus dengan aman agar bayi bisa bernapas dengan lega lagi. Jika salah caranya, bayi justru beresiko terkena penyakit. Untuk itu, kalian para orang tua harus memperhatikan penjelasan berikut ini.

 

Kesalahan dalam Mengeluarkan Ingus pada Bayi

Ada cara yang kelihatannya cukup efektif untuk mengeluarkan ingus pada bayi, tapi sebenarnya punya resiko yang besar. Pasalnya, cara ini bisa meningkatkan resiko pneumonia aspirasi & infeksi paru-paru. Kalian para orang tua tak bisa langsung menyemprotkan cairan garam ke hidung bayi dengan suntikan tanpa jarum. Mungkin, banyak orang menggunakan cara ini karena ingus bisa terdorong dengan cepat. Cairan yang disemprotkan ke lubang hidung kanan dapat keluar lewat lubang hidung kiri. Akan tetapi, cairan garam & ingus juga mungkin dapat masuk ke paru-paru. Jika hal ini terjadi, maka Kesehatan paru-paru sangat beresiko.

Cara Mengeluarkan Ingus pada Bayi dengan Benar

Setelah tahu kalau mengeluarkan ingus dengan cara yang salah bisa berakibat fatal, maka kalian para orang tua harus tahu cara yang benar. Sebenarnya, caranya adalah sama-sama dengan larutan atau cairan garam. Di sini, kalian harus mencampur garam setengah sendok teh dan setengah sendok teh baking soda dalam sebuah gelas atau cangkir. Lalu, tambah air kurang lebih 238 ml. Pastikan bahwa air yang dipakai benar-benar steril. Jika menggunakan air keran, pastikan kalian merebusnya terlebih dahulu kemudian biarkan airnya suam-suam kuku.

Apabila larutan garam telah siap, cara mengeluarkan ingus adalah dengan menyemprotkan larutan itu pelan-pelan dan lemah lembut ke arah hidung bayi. Di sini, arahkan semprotan ke arah atas dan jangan mengarahkannya ke atas dari kepala si bayi. Sebelumnya, rebahkan dulu sang buah hati supaya cairannya dapat melalui saluran hidung sampai belakang tenggorokan. Setelah itu, diamkan dulu sekitar 1 menit dan pastikan posisi kepala bayi lebih rendah dibanding tubuhnya. Lalu, larutan garam akan bekerja untuk mencairkan lendir atau ingus sehingga dapat lebih mudah keluar dari hidung si bayi.

Setelah melakukan Langkah-langkah di atas, gunakanlah alat penyedot ingus untuk mengeluarkan ingus yang telah mencair dari hidung bayi. Walaupun mungkin si bayi akan menangis Ketika ingusnya dikeluarkan, yang terpenting adalah ia bisa Kembali bernapas dengan lega dan nyaman tanpa hidung tersumbat.

Apakah Ingus Bayi Dapat Keluar Sendiri?

Apabila bayi terkena pilek atau flu, kalian para orang tua sebaiknya langsung memeriksakannya ke dokter anak. Hal ini sangat penting untuk mencegah atau paling tidak meminimalisir resiko seperti pneumonia. Saat ingus menyumbat hidung bayi, si kecil tidak dapat mengeluarkan atau membuang ingusnya sendiri. Jadi, yang perlu kalian lakukan adalah membantunya  mengeluarkan ingus dari hidungnya.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai cara mengeluarkan ingus dari hidung si kecil. Untuk mengeluarkan ingus dari hidung bayi, kalian para orang tua bisa mengatur posisi tidur, menepuk-nepuk punggung si kecil, melakukan penguapan, atau membersihkan hidung si kecil.

Apakah Boleh Menyedot Ingus dengan Mulut?

Banyak orang tua melakukan cara aneh untuk mengeluarkan ingus pada bayinya, yaitu dengan menyedot ingus menggunakan mulut. Pasalnya, ingus yang terperangkap dalam hidung & saluran pernapasan membuat hidung bayi tersumbat & sulit menyusu. Itulah kenapa bayi menjadi rewel sebab susah bernapas dengan lega.

Namun, menyedot ingus pada bayi menggunakan mulut tidaklah dianjurkan. Bahkan, jika ingus tersedot hingga ke tenggorokan, bisa menimbulkan bahaya. Pasalnya, ingus mengandung bakteri yang tentu saja tidak baik jika masuk ke dalam tubuh.

Bahkan, menyedot ingus dengan alat penyedot ingus pun juga punya resiko. Jadi, kalian harus memilih alat penyedot yang benar-benar aman. Selain itu, alat penyedot juga harus benar-benar steril. Jika tidak, cara ini justru bisa membahayakan si kecil dan dapat menyebabkan luka & resiko infeksi baru. Penyedotan ingus menggunakan alat penyedot ingus juga sebaiknya dilakukan oleh tenaga Kesehatan.

Hidung Bayi Tersumbat Tapi Tidak Pilek

Hidung tersumbat biasanya terjadi saat si kecil pilek. Tapi, ada beberapa kasus di mana si kecil mengalami hidung tersumbat padahal ia tidak pilek. Ya, kondisi ini bisa saja terjadi. Pasalnya, hidung tersumbat, khususnya pada bayi, bisa terjadi karena beberapa termasuk infeksi virus yang menyebabkan batuk dan pilek. Namun, udara kering juga bisa membuat hidung tersumbat pada bayi. Tak hanya itu, hidung tersumbat juga bisa terjadi pada bayi karena paparan asap rokok.

Jika si kecil mengalami hidung tersumbat namun tidak pilek, kalian para orang tua tak perlu bingung. Salah satu penyebab hidung tersumbat namun bukan pilek adalah alergi yang bisa menimbulkan berbagai gejala. Selain hidung tersumbat, alergi juga bisa mengakibatkan hidung berair. Selain itu, gejala alergi bisa mempengaruhi kulit, saluran hidung, sinus, saluran udara, sampai sistem pencernaan. Hal ini tergantung dari zat yang menjadi pemicu munculnya alergi.

Tips Menidurkan Anak Saat Hidung Tersumbat

Hal yang wajar jika bayi susah tidur saat hidung tersumbat atau pilek. Sebagai orang tua, kalian harus tahu cara membuat bayi tertidur dalam kondisi ini. Salah satunya adalah dengan melakukan spa sebelum tidur. Caranya adalah membawa si kecil ke kamar mandi & nyalakan pancuran air panas untuk membuat udara panas & beruap. Dengan begitu, hidung si kecil akan lebih nyaman & mengendurkan ingus.

Selain itu, pastikan untuk menaikkan kepala bayi selama tidur. Hal ini berfungsi untuk mengalirkan ingus keluar dan juga bisa meredakan batuk. Misalnya, kalian bisa menggunakan bantal kecil maupun lipatan selimut atau handuk.

Cara lain adalah menggunakan humidifier di dalam kamar. Alat ini bisa membantu udara di kamar lebih lembab. Dengan begitu, hidung bayi juga tetap lembab sehingga mengurangi hidung tersumbat, terlebih di malam hari saat tidur. Pastikan untuk membuang sisa air humidifier & isi dengan yang baru agar tidak timbul jamur.

Hal yang sepele tapi penting adalah memperbanyak minum. Asupan minum sangat penting, terlebih saat pilek atau hidung tersumbat. Pasalnya, cairan bisa mengencerkan lendir atau ingus sehingga mudah dibersihkan. Dengan begitu, bayi pun bisa tidur lebih nyenyak.

Satu hal yang sering dilupakan adalah membuat si kecil tenang & nyaman. Ini juga termasuk cara mengeluarkan ingus pada anak bayi. Misalnya adalah dengan menyanyikan lagu yang bernada lembut. Dengan begitu, perasaannya akan tenang dan tidur pun lebih mudah & nyenyak. Cara lain adalah dengan digendong & dipeluk hangat agar bayi merasa aman, tenang, dan nyaman kemudian bisa mulai tidur pulas.